KENANGAN

Setiap orang normal pasti mempunyai sebuah kenangan entah kenangan dengan keluarga , kenangan dengan teman, kenangan masa sekolah ataupun kenangan yang lainya. Kenapa manusia mempunyai kenangan ? mungkin karena kita diberi otak untuk berpikir dan menyimpan memori . Untung kita diciptakan sebagai mahluk pelupa , coba bayangkan kalau kita tidak bisa lupa. Setiap detik kegiatan yang kita lakukan , suara yang kita dengar, keadaan yang kita alami akan teringat terus , sungguh mengerikan kalau kita tidak bisa lupa. Sudah selayaknya kita bersukur atas nikmat yang satu ini . Kenangan juga merupakan satu nikmat yang indah entah itu kenangan baik/ menyenangkan atau kenangan buruk karena dengan itu kita jadi bisa lebih berpikir , jadi bisa lebih mengevaluasi diri dalam kita bergaul dalam kita menata kehidupan untuk menjadi lebih baik , dengan kenangan atau memori / ingatan bisa digunakan sebagai media untuk belajar. Ngomong-ngomong soal kenangan saya jadi teringat beberapa hari yang lalu saya berselisih paham dengan tetangga sebenarnya masalah sepele , masalah pemakaian listrik yang membengkak. Tetangga saya tidak punya listrik, dia numpang di rumah saya , dengan daya 450 watt saya pakai pompa air, kulkas, dan lampu ruangan sekitar 7 buah di tambah 1 buah alat pemompa di akuarium. Tapi ternyata tagihan mendadak meroket yang katanya dulu berkisar di angka 60 ribu menjadi 130 ribu dan si penumpang listrik hanya mau membayar 10 ribu saja setelah di nego dia hanya mau maksimal 20 ribu saja sedangka hal ini berlangsung dari bulan agustus sampai sekarang. Dari hal tersebut saya berprasangka bahwa tetangga saya memakai lebih banyak listrik, sampai sampai kalau tetangga saya lagi nyalain tivi pikiran ini rasanya marah, sana lagi nyalain kipas angin sini panas hati, pokoknya sana keliatan lagi make listrik banyak sini stress dari uring-uringan , marah-marah sendiri sampai marah-marah bareng sekeluarga , lucu memang kalau dipikir-pikir. Hanya masalah segitu sampai berburuk sangka, sampai mengata-ngatai tetangga walaupun dalam hati, sampai marah-marah sendiri. Dan banyak dosa lain yang tidak bisa saya sebutkan. Dan ternyata kesalahan bukan pada pemakaian tetangga yang banyak tapi ternyata setelah di cek orang yang ahli dibidang listrik kesalahan terjadi karena kesalahan pada instalasi listrik rumah yang tidak beraturan. ( catatan : rumah yang saya tempati rumah kontrakan dari mulai bulan agustus sampai dua tahun kedepan) setelah instalasinya diperbaiki rekening normal kembali. Dari hal diatas saya jadi mendapat pelajaran bahwa kita tidak boleh berburuk sangka , berawal dari buruk sangka akan berkembang menjadi perilaku-perilaku buruk lainya yang akan sulit terkontrol karena pikiran kita sudah dicekoki dengan buruk sangka tersebut, kita sudah tidak bisa berpikir obyektif tentang masalah yang kita hadapi. Sungguh buruk sangka merupakan ancaman yang mengerikan yang harus kita hindari sekuat tenaga kita, sungguh mengerikan hal yang dapat ditimbulkanya , semoga kita bisa terlepas dari prasangka yang tidak berdasar dan buruk sangka dan akibat yang ditimbulkanya. Amien

BERUNTUNG DAN MERUGI

Malam sabtu tanggal 07 Nopember 2008 di wangon tepatnya di rumah Bapak Sobir, muncul kilasan pikiran bahwa kita itu sebenarnya termasuk orang yang benar-benar beruntung se beruntung – beruntungnya orang hidup didunia yang katanya hanya sebentar (mampir ngombe (bahasa jawanya)) dibanding dengan kehidupan kelak di akhirat yang kekal serta abadi, pokoknya benar-benar beruntung kalau kita beragama islam dengan kaffah (sempurna ) dalam arti semua segi semua lini kehidupan kita jalani sesuai dengan kaidah-kaidah keislaman kita dari yang kecil untuk urusan kamar mandi sampai yang besar perekonomian, pemerintahan dan lain sebagainya. Bagaimana kita tidak beruntung kalau sang pencipta yaitu tuhan kita Allah SWT itu bersifat rahman dan rahim , rahman rahimnya itu tidak pilih kasih semuanya semuanya dikasih. . . , tidak pandang suku, ras , warna kulit hitam atau putih atau juga sawo matang berambut kriting atau lurus semua…. mendapatkanya. Ditambah Allah itu Ghofur (penghapus dosa), sebanyak apapun dosa yang kita perbuat pasti diampuni dengan sarat yang begitu ringan, begitu mudah yaitu tobat , menyesal dengan dosa yang kita lakukan sudah… begitu thok…. dosa kita terampuni.Itu kan namanya betul – betul beruntung. Sampai – sampai kita mau berbuat jahat/ dosa kita baru akan dicatat berdosa setelah kira-kira satu jam dan itu pun kalau selama itu kita tidak minta maaf, tidak menyesal, tidak mau bertobat, betapa murahnya Allah itu. Sebaliknya kalau kita mau berbuat baik baru niat dalam hati saja sudah ditulis amal kebaikan, bayangkan coba. . . . betapa beruntungnya kita ini betapa murahnya Allah itu, rugi –ruginya orang apabila dia itu sampai dilaknati Allah (saya mohon ampun, mohon dijauhkan dari hal itu) dengan sifat yang maha sempurna milik allah kita kok sampai dilaknati, betapa ruginya. Kita dibenci oleh teman, saudara, istri saja sudah sangat malang rasanya sudah tidak berarti apalagi ini dibenci bahkan sampai dilaknati oleh yang menciptakan kita, yang menghidupkan kita, yang memberi rizki kita, yang merawat kita yang nantinya kita akan kembali kepadaNYA , sunggung , sungguh merugi orang yang seperti itu (semoga kita tidak bermasuk orang yang demikian) pada teman-teman yang membaca ini kita sebagai sesama muslim seyogyanya saling mendoakan agar bisa selamat dari fitnah dunia yang sedang kita jalani, dengan keadaan jaman yang semakin jauh dari keadaan rosulullah dan para sahabat-sahabatnya. ( semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk dan syafaat di hari pembalasan)

BIS KOTA ATAU TRUK GANDENGAN

KAU SEPERTI BIS KOTA ATAU TRUK GANDENGAN
MENTANG – MENTANG PALING BESAR KLAKSON SEMBARANGAN  Ingat tidak dengan lirik punya iwan fals diatas, lirik memang tinggal lirik lagu memang tinggal lagu , coba kita lihat sekeliling kita keseharian kita dalam bermasyarakat kita akan mendapati kehidupan persis seperti lirik diatas “MENTANG-MENTANG PALING BESAR KLAKSON SEMBARANGAN”, ya memang seperti itu kenyataanya merasa paling besar jadi bebas klakson sembarangan tidak peduli dengan aturan yang ada bahkan kadang aturan di biarkan jadi aturan , aturan tidak nempil dengan yang besar tidak mempan untuk yang besar apa karena aturan itu dibuat oleh yang besar ? jadi ada dispensasi untuk yang besar atau dengan kata lain yang buat aturan, memang sih besar dan kecil itu sudah dari sananya sudah sejak lahir kita itu dipatok besok jadi besar atau kecil. Sebenarnya kalau lihat dari hal tersebut (besar dan kecilnya kita itu sudah ada yang atur) mereka yang besar (yang suka klakson sembarangan) harusnya menyadari bahwa besarnya itu karena emang dia dijadikan besar seyogyanya berterima kasih, bersyukur, dan merasa dibesarkan, kalau bisa juga merasa bahwa ada yang di jadikan menjadi kecil tanpa keinginan untuk kecil . kalau begitu kan meraka yang besar ( yang suka klakson sembarangan) jadi tidak membunyikan klakson sembarangan malah mengasihi, menyayangi , membantu yang kecil, bukanya ngaget-ngagetin, membebani atau juga memanfaatkan kekecilan mereka, itu perkataan saya sebagai yang kecil dan ada kemungkinan akan berbeda apabila saya dijadikan sebagai yang besar karena syaitan ada dimana-mana di tiap aliran nadi kita setan hidup. Ada kata-kata “ kalau rumput kecil ya paling godaanya cuma diterpa angin sriwing-sriwing kalau pohon besar tantanganya angin besar “ . jadi apapun kita menjadi besar atau kecil terimalah dengan lapang hati, tenang , jalani saja detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam , hari demi hari dengan mempersembahkan yang terbaik dari kita untuk kehidupan ini. Kalu kita lagi terinjak bersabarlah memang itu episode kita lagi terinjak saya yakin yang menghidupkan kita punya rencana lain kalau kita memang menerima dengan sabar dengan tidak mengindahkan usaha kita untuk merubah keadaan. Yakinlah bahwa kita diciptakan dalam keadaan seadil-adilnya kita kecil atau besar sama saja ada rahasia dibalik itu kalau kita mau bersabar, berusaha dan terakhir bertawakal kepada ALLah tentunya. Teman – teman “SELAMAT BERJUANG” karena perjuangan ini hanya akan berakhir kalau kita sudah diliang kubur JANGAN BERHENTI, JANGAN MENYERAH BERJUANGLAH , doakan temen sesama mulim agar bisa terus berjuang di kehidupan dunia ini. Doakan saya juga untuk sanggup melewati kehidupan ini dengan hasil yang baik agar tidak menyesal kelak dihari pembalasan, Amien. Semoga kita semua termasuk menjadi orang – orang yang beruntung.

FINISH ……………. ???????????????????

Ternyata sekian lama saya menjalani hidup ini bertahun-tahun tepatnya 28 tahun bisa dibayangkan waktu yang cukup lama untuk bisa tahu untuk apa si sebenarnya kita hidup atau tepatnya dihidupkan , bisa dibayangkan 28 tahun dari rata-rata umur manusia jaman sekarang yang hanya 65 tahun thok. baru sekarang tersadar atau malah sebenarnya belum, Cuma akhir-akhir ini muncul di lintasan pikiranku bahwa ternyata hidup itu bukan hanya sekedar hidup dalam arti makan, kerja, tidur, tertawa, sedih, main dan lainya yang biasa saya lakukan , ternyata hidup itu bukan hanya sekedar menjalani rutinitas sehari-hari , ternyata hidup itu bukan hanya bagaimana kita bertahan untuk tetap eksis, ternyata hidup itu bukan hanya sekedar lapar trus makan, capek trus istirahat , ternyata hidup itu bukan hanya sekedar menghabiskan uang untuk senang-sengang , ternyata hidup itu bukan hanya untuk menggosip sana sini, ternyata tidak sesederhana itu kita hidup , kita di”adakan” dari tidak ada trus dihidupkan ternyata bukan untuk bersenang-senang , memenuhi perut kita dengan makanan dan minuman, bukan untuk bersenang-sengan saja tapi sebenarnya kita dihidupkan itu untuk diuji siapa si yang paling tahan banting dengan ujian itu, siap sih yang bisa tetap berjalan di jalan yang lurus, siapa sih yang jadi pemenang yang ukuran menang atau kalah itu dan finishnya di tandai dengan kita dimatikan oleh yang telah menghidupkan kita yaitu ALLAH SWT. Dan sayang nya kita tidak tahu yang jadi pemenang itu yang bagaimana ? orang yang seperti apa ? yang jelas kita diberi pedoman untuk menjalani ujian ini dengan dengan Al Qur’an dan Hadist kemudian ada ijma’ dan qias. Yang jadi masalah saya sampai sekarang itu ternyata urusan di “hati” tidak bisa konsisten dengan apa yang ada di buku pedoman hidup kita (Al Qur’an dan Hadist kemudian ada ijma’ dan qias) rasanya sulit sekali untuk konsisten/ istiqomah, kadang bisa kadang tidak , kadang tekun kadang males bahkan banyak negatifnya, . Apa karena saya kurang mengetahui, memahami apa yang ada di buku pekoman itu, atau memang saya pecundang yang menyerah sebelum pertandingan selesai, Cuma harapan saya dan itu masuk dalam agenda doa harian saya bahwa mohon kepada yang menghidupkan saya agar di finish nanti saya termasuk orang yang selamat dari ujian hidup ini, Amien.

Gelisah

Hari ini ( beberapa minggu yang lalu ) hari yang beda, tidak seperti biasanya , ya paling tidak itu yang saya rasakan . Entah kenapa perasaanku jadi aneh seperti ayang kehilangan induk. Tidak tahu mau kemana bingung, resah , gelisah perasaan tak menentu padahal hari ini biasa seperti hari – hari yang kemarin tidak berbeda, paling tanggal di kalender saja yang berubah. Perasaan itu datang selama beberapa hari dia terus bergolak di hatiku. Entah berapa hari kemudian aku baru mengetahui atau mungkin lebih tepatnya perkiraan. Ternyata kenapa hari itu hati saya tidak menentu rasanya itu karena focus di hati saya hilang dalam jadi hati itu linglung tidak punya pegangan. Dan ternyata saya sebagai seorang muslim dituntut untuk selalu menjaga hati dari segala hal yang tidak baik entah itu perasaan sombong, ria dan teman –temanya. Memang hati itu sifatnya selal bolak – balik dari baik ke buruk dan perubahan itu sangat cepat bahkan bisa lebih cepat dari hitungan detik. Sebenarnya agama saya ( islam ) sudah mengajarkan cara untuk mengatasi galaunya hati manusia. Yang saya tahu salah satunya dengan cara selalu bersyukur atas apa yang kita punya dan sabar terhadap apa saja kehendakNYA walau pun itu tidak sesuai dengan keinginan kita, belum tentu juga apa yang kita inginkan untuk kita dan kita anggap itu baik memang benar-benar baik untuk kita.

TATAPAN PENUH CINTA

Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur? Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm…kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu : Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya. Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selau saja nampak besar. Secara ajaib Allah mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata : “betapa lelahnya aku hari ini”. Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.

Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita. Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka – : orang-orang terkasih itu— tak lagi membuka matanya, selamanya